Khatimah
I
Kau tentu ragui taksiranku tentang sejarah manusia
Yang bermula bukan dengan Zaman Batu Insan Purba
Yang tidak tahu martabat dirinya dan peranannya di dunia
Yang melihat ke belakang penuh kemunduran dan derita.
Kau melihat masakini dengan segala permasalahan
Mengharap masadepan menjanjikan lebih kebaikan
Degan pengalaman silam dan masakini
Serta ilmu perubatan dan teknologi tinggi.
Kau menganggap perjanjian insan di Alam Sana
Tiada kaitannya dengan hidup kita di dunia.
Kau tidak patut meragui pandanganku ini
Jika kau mengakui, walau samar sekali
Akan kedatangan hidup ukhrawi tidak terhalangi
Babak terakhir kehidupan insani
Yang menjejaki segala niat dan amal kita di Sini.
Wajarkah kau menerima Babak kedua dan terakhir?
Babak Pertama di Alam Sana kau rela mungkir?
II
Kau mungkin berkata sudah lupa Perjanjian Dulu
Yang kau anggap mungkin tidak pernah berlaku?
Apa hubungannya dengan pergolakan di dunia ini
Kekadang difahami, kekadang sukat dimengerti?
Kau bimbang jika berpegang pada Perjanjian Dulu
Yang samara-samar diingat itu, kita tentu terbelenggu
Dengan masa lalu dan gagal melangkah maju
Mencapai kehidupan penuh bermutu
Agar dihormati kawan dan tidak ditindas seteru.
Walau pandanganku pada zaman kita ini
Tidak di fahami dan akan disalah –mengerti
Dulu pegangan ini dimiliki ulama, umara dan awam
Pegangan inilah memicu mereka memimpin zaman
Mengalah semua musuh, luaran maupun dalaman
Mengejar ilmu pengetahuan dari Mekah, Cina dan Yunan.
Tuhan pernah berfirman, dan kebenarannya tidak pernah diragukkan
Gunung dan langit berkecai jika memikul Risalah Tanzilan
Tapi Mustafa yang kerdil jasadnya membukti keunggulan
Memikul Amanah Suci dua puluh tiga tahun penuh cabaran.
Kita harus juga bisa membukti kekuatan
Bukan melihat Tanzil dengan warna kemodenan
Menolak Babak Awal dan Akhir sejarah insane
Yang menafikan martabat kita mengatasi semua kejadian:
Sama ada binatang, malaikat, tumbuhan,haiwan
Atau kehidupan mungkin ditemui di masa depan
Di atas bulan dan bintang-bintang gemerlapan
III
Kita masih bebas merubah cita dan cara lebih bertaqwa
Mungkin sekarang masih belum wajar berbangga
Perubahan kearah kebaikan inilah disebut pengislahan
Pembangunan sebenar bagi kita masyarakat insan kita.
Jangan sekali-kali pandangan ku di perkudai
Mengekalkan kelemahan dan kejahatan masakini:
Jika terjebak di kancah maksiat dan kezaliman
Kau bebas bertaubat dan menukar haluan
Bagai Umar al-Faruk dan Khalid Pedang Tuhan
Atau Ibrahim Adhan putera bangsawan.
Jika telah bertapak dalam kebaikan akal dan amalan
Kau bebas meningkat ke tahap tinggi mencapai ihsan
Mengekal makam sehingga bertemu tuhan
Seperti Ali dan sebarisan dalam perjuangan:
Atau seperti anak Nuh di dalam hujan dan kelam
Menolak tangan ayahnya memilih jahanam.
Jika kau sedang bertukar amal dan pendapat
Sentiasa berubah antara baik dan jahat
Kau masih berupaya bertekad bulat
Mendalami ilmu, menolak zann dan syakk.
Tetap berdiri, tidak lagi berganjak dalam akhlak.
Maulana Iqbal bermata tajam pernah menyaran
Tinjaulah ke belakang jika ingin maju ke depan.
Tinjauan kita pastinya bukan bermula
Pada titik terjadi makhluk benda dirasai indera lima
Yang masih di batasi ruang waktu di alam deria.
Renungan kita kembali jauh pada bila
Ruang dan waktu belum di kira
Di mana ruh telah mengenali Yang Maha Esa
Dan Tegas mengakui ketuhanan dan ketuanan-Nya
Dan beza darjat dan murtabat antara kita dan semua
Bila Amanah Agung diterima sukarela.
Kita lihat ke depan jauh melintasi hidup ini
Memikirkan nasib diri selepas ruh mengecap mati
Apakah Allah Taala redha menerima kembali diri ini?
Menyambut baik segala niat suci dan amal bakti
Segala salah dan silap akan dimaafi?
Merenung masa depan yang pasti datang
Malikul Maut tidak biasa dihalang atau dilambatkan
Dengan riyadah, pemakanan dan teknologi perubatan
Yang hanya merupakan iktiar tugas insan
Membanyakkan taubat atas silap dan kesalahan
Meningkatkan niat suci menambah amal kebajikan.
Malikul Maut akan tepat tiba saat dikehendaki.
Seperti tercatat di Lauh Terjaga lagi suci.
Merenung masa depan bererti mati sebelum mati
Sentiasa mengira-ngirai diri sebelum dihisabi:
Dengan siapa akan dikumpulkan nanti disana?
Dengan Fraun, Hamman, ibn Ubayy dan sepertinya?
Menyesal berpanjangan, memohon kembali ke Sini
Atau dengan Mustafa, sahabat dan pewarisnya?
Bahagia tidak kehabisan, kekal abadi.
Setiap diri berkuasa atas Panggung Agung ini
Banyak bisa diperbaiki : niat dan amal-bakti
Bermulalah dengan diri sendiri biarpun selalu dipuji
Dan selari, kaum keluarga dan institusi diamanati.
Masa terus berlalu, kubur tidak sabar bertemu
Mulakanlah hari ini : janganlah berlenggah dungu.
Dalam Terang
Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud
Search Box
Search This Blog
Friday, January 30, 2009
PUISI TAHUN BARU CINA : KHATIMAH
Sunday, January 18, 2009
United on top with last-minute winner
Thursday, January 15, 2009
Chelsea mesmerized by United triumph
Thu, 15 Jan 2009 05:43:33 GMT | PressTV.ir
Defending champion Manchester United has leapfrogged Chelsea in the English Premier League following a narrow home victory over Wigan Athletic.United is currently two points adrift league leaders Liverpool, which has 46 points. Ferguson's men still have another game in hand and would go to the top should they defeat Bolton on Saturday.
Mon, 12 Jan 2009 16:13:14 GMT
Cristiano Ronaldo (left) was among several players booked in a high-tempo match.

Defending champion Manchester United makes a bold statement of its season intentions by defeating title rival Chelsea 3-0 at Old Trafford.
Thursday, December 25, 2008
Saturday, December 20, 2008
Throw a shoe at George Bush.
Throwing of Shoes at Bush has become a standard symbol of protest throughout the world against Bush's two terms US Presidency, where he has messed up the world peace, the US civil liberties, the US and world economy.
Sunday, December 7, 2008
From Hollywood to Hajj - 6 Dec 2008
Al Jazeera's Sami Zeidan reports from Saudi Arabia where he talks to Regan on his pilgrimage from Hollywood to Hajj.
Thursday, October 30, 2008
KATA-KATA NASIHAT IBNU QAYYIM
Di dalam hati manusia ada kekusutan dan tidak akan terurai kecuali menerima kehendak Allah swt.
Di dalam hati manusia ada keganasan dan tidak akan hilang kecuali berjinak dengan dengan Allah swt
Di dalam hati manusia ada kesedihan dan tidak akan hilang kecuali seronok mengenali Allah swt
Di dalam hati manusia ada kegelisahan dan tidak akan tenang damai kecuali berlindung, bertemu dan berjumpa denganNya
Di dalam hati manusia ada penyesalan dan tidak akan padam kecuali redha dengan suruhan dan laranganNya serta qadha dan qadarNya serta kesenantiasaan sabar sehingga menemuiNya
Di dalam hati manusia ada hajat dan tidak akan terbendung kecuali kecintaan kepadaNya dan bermohon kepadaNya.
Kesentiasaan berzikir kepadaNya adalah keikhlasan sebenar kepadaNya. . . . . . Andai dunia dan isinya diberikan kepada manusia masih tidak lagi dapat membendunghajat hati sihamba itu.
Tuesday, October 21, 2008
“Prayers to fulfill Desires”.
Me included, I was in KK doing the “same thing” for both my son sitting for SPM and PMR this year. After Fajr prayers – 1 bull and 1 Cow was slaughtered as aqiqah, and there was a special group handling them, turning into food. Then a PIBG meeting was held in the main School Hall, hailed as the Hargreaves Hall. After solat Asar a khatam Qur’an was done. Before Magrib, the Aqiqah food was served . After Magrib, Solat Hajat was done and Yassin was read, that reaches right to Insya’- After Insya’ supper was served. They had been doing this for the last5 years or so. I was told that lunch was served too, but I missed it for I went to prep school to see my form 1 son. As for me, the prayers were more for general wellbeing, albeit “Islamically”, of the students – which if necessary includes good results ( see Yusuf Ali’s poem below).
50 years after Merdeka. The people are saying that the “religious-Islamic” schools are being secularized and the secular schools are “Islamised”. Anybody not at home with that! Will it be for the better? InsyaAllah. One day, we may have Maahad Melayu Kuala Kangsar, among other things teaching science and IB. Will Hindraf ask for seats for their kids then, if its name is such?

Mum not worry about Mus’ab, here he is into food here, he is very skinny. He is the on the far right, in yellow. YB Sassy Teresa Kok should try the boarding school food and compare it to the one she got, in the police cell while under ISA, that may give her some sense. He is the PMR candidate in the family this year.
His Mum is worried, he is too much into Rugby. He already got College Colours for Rugby. He is second from the right, when he was in action in Bangkok , during the second semester of the school days. According to his coach he did manage to “touch down” on that day, initially awarded by the referee but later, he reversed his decision after concurring with the touch judge. Malay College did well this year, reaching the semi-final in the Perak League 2008. I do not remember about their match with UPSI, I heard that they beat UiTM Perak in the process. Muhammad will sit for his SPM this year.
Mufaddal is into everything as of now, In this photo, in choral singing. He joined the Wind Orchestra, Rugby and now seeking his mum permission to join the Silat Club. No wonder he losing weight very fast. He is in the first row, third from right. Eventually he will settle for less, we hope.The opening Chapter of seven verses,
Rightly called the Essence of the Book,
It teaches us the perfect Prayers,
For if we can pray aright, it means
That we have some knowledge of God
And His attributes, of His relations
To us and His creations, which includes
Ourselves; that we glimpse the source
From which we came, and that final goal
Which is our spiritual destiny
Under God’s true judgment : then
We offer ourselves to God and seek His light.
A. Yusuf Ali – C.42 on al-Fatiha
Tuesday, September 2, 2008
Puisi - Sempena Awal Ramadhan
Mendidik Haiwan:
Insan menyaggupi amanah mentadbir bumi
Sebagai makhlukNya paling ali dan ilmi.
Dengan ta’dib, insan berusaha mengenal segala
Mengingat semula semua nama yang diajari-Nya di Sana
Mengota janji termeteri melalui Bala shahidna!
Biarpun zahirnya zuriat Adam banyak persamaan
Dengan segala hewan dari chimpazi kepada lalat buahan
Namun ruh insan dan amanah tanggungan setiap ahlinya
Bagai langit dan bumi, bagai lilin dan mentari bezanya.
Genom insani dikatakan 60% sama dengan lalat drosophilia
40% baka kita tidak berbeza dari baka cacinbg dan sepertinya
Malah 99% sama dengan chimpanzi berkaki dua:
Bagi sekian Darwinis semua – itu lah hakikat kejadian kita:-
Haiwan terpintar dan tertinggi tingkat evolusinya.
Tentang perjanjian arwah dengan al-Khaliq tiada sesuai lagi
Ruh insan, bagi mereka, hasil perkembangan badan, baru terjadi
Wujudnya hanya di alam ini, akan terputus bila mati.
Pendidikan umat di seluruh dunia telah hilang punca asalnuya
Bagai laying-layang terputus tali di bawa angin kemana saja
Angin yang kencang di tiup jentera tuntutan haiwani
Tujuan, kandungan dan kaedah pendidikan bukan lagi insani.
Ta’dib menyemai ilmu pelbagai, menyempurna ahlak baik
Ruh insan mendaki mendaki makam menyuci mengenal al-Khaliq
Ilmu pelbagai perkara tentang dunia dan akhirat nan baqa
Di guna mentadbir bumi memikul amanah penuh taqwa.
Tarbiyyah melihat insan dengan sebelah mata
Walaupun pandangan tajam amat, yang tampak zahirnya saja
Kepandaian berharta dan mengurusnya disanjung tinggi
Ilmu mengenal Tuhan dan sunnah Nabi dibasa-basi
Bagai hidangan di papan iklan, lapar tiada terisi.
Banyak dibelanjakan bagi membina sekolah dan universiti
Yang kaya dan berpengruh menghantar ke luar negeri
Pintu universiti luas terbuka jika yuran terbayari
Atau jika pantas berlari menjulang nama pertiwi
Apatah lagi jika mengenal menteri bersamaan parti.
Dari sekolah hingga ke ijazah doctor falsafah pelbagai bidang
Manusia di ajar menulis, mengira dan pandai kemahiran
Pelajar di wajib menuntut ilmu keusahawanan
Agar bisa berniaga, sehingga semua diperniagakan:
Wanita berpipi licin menjaga tubuh pada sejenis atau lelaki
Ulama menjual fatwa pada penguasa yang membayar tinggi.
Pentadbir mencemuh guru sendiri jika kerusi disasari
Sarjana menabur bakti jika ganjaran memuas hati
Isteri menjadi setia selagi suami bergaji tinggi
Suami rela dihina jika isteri cantik, kaya, disegani
Si anjing kurap disanjung ilmuan tinggi jika kedudukan dikekali
Abu Jahal diimami walau Muhammad berada di sisi.
Madrasah di tengah kota di anggap merugikan
Pelajar dan ilmuan miskin hanya meluka pandangan
Hotel lima bintang dianggap lebih memanfaatkan
Ribuan pelancong mampu membawa jutaan pulangan.
Setiap haiwan terlalu pandai sukar diatasi
Ingatan mereka kukuh berakar dalam naluri:
Gajah bisa mengingati telaga puluhan tahun tidak disinggahi
Penyu beribu batu meninggal pantai pasti bisa kembali.
Salmona lama ke hilir mengecap nikmat di laut luas
Di perjalanan pulang, ribuan dibaham beruang lapar dan buas
Salmona pintar mendaki sungai menabur benuh, menunai amanah
Bangsanya menang walau nyawa sendiri terpaksa diserah.
Si tempoa cekap sekali menganyam sarang di dahan tinggi
Datang ribut taufan istana rekaanya bertahan, d kagumi.
Rimau bintang menyambar kijang, mematah tengkok
Sesaat bisa berjaya mengankat mangsa ke atas pokok
Walau sang singa lebih perkasa dan raja di rimba
Tapi tidak secekap si bintang mengankat mangsa:-
Dia tidak bisa merampas rezeki si bintang tangkas
Hanya menunggu di bawah menjilay bekas.
Al=Khaliq mencipta insan dari lumpur hitam
Supaya bisa bergerak seperti haiwan sekalian
Tapi di tiupkan permata halus sebahagian dari ruh-Nya-
Terpisahlah dari cacing, lalat buah dan segalanya
Maka terangkatlah martabat bila di ajar segala nama
Hinga Malaikat lebih bercahaya gagal menjangkau makna.
Kita bukan dari chimpazi atau orang hutan
Persamaan begitu banyak harus diperi ngatkan
Tapi perbezaan janin kecil membawa pemisahan mutlak:-
Chimpazi dan Orang Hutan tidak dihsiab di akhirat kelak
Kita tidak bisa lari dari Sirat, Mahshar dan Jahannam
Mungkin bertemu syurga dan bahagia tanpa kesudahan.
II.
Pendidikan bukan untuk melahirkan pengurus wang
Atau memastikan cengkaman kuasa berlangsung panjang.
Bukan peluang membina sekolah kos menjulang
Atau lubang membina menjual peralatan, buku teks anika bidang:
Itik hanya memerlukan kolam berair dan makanan biasa
Bukan air tapisan khas yang diimpot harga berjuta
Bukan dedak padi yang ditanam di atas bumbung
Atau yang dipesan dari Taiwan atau Hong Kong
Pendidikan milik insane beriktiar mendekati tuhan
Dari saat kelahiran hingga ke titik akhir kehidupan
Bayi yang baru menghendap keluar rahim ibunya
Diperingatkan dengan Azan dan Iqamah dikedua telingga
‘Apakah si bayi kecil dua jengkal bisa mengerti?” kau Tanya
“Seruan dalam bahasa asing, sedang mata belum pun terbuka?”
Dia mengerti, kerana baru saja meninggal Zaman Alastu
Dia mengerti, kerana dengan dunia ini, masih belum terkeliru.
Insan di hujung hayat wajar ditalqinkan denganBacaan Suci
Dan diperingatkan dengan dua kalimah ajaran Nabi.
Kau sangsi lagi,”apa gunanya ini pada diri menanti mati?
Bukannya bisa merubah sebarang keadaan di dunia ini.”
Pandanganmu hanya pada zahirnya keadaan
Kau ghaflah tentang hakikat bermakna menyerap kewujudan
Bagai oxygen tidak ternampak, tidak terasa, tiada berwarna
Wujudnya bisa dinafikan dalam perkataan sahaja:
Tanpanya dalam persikataran
Alam ini pasti menyaksikan kematian.
Insan yang hampir meninggalkan kefanaan ini
Bila ruhnya meronta mahu kembali ke tempat asli
Mata-hatinya, jika tersilau keliru selama ini
Kerana tersangat takjub dengan seri duniawi
Kini kembali terang menatapi hakikat ruhi nan ghaibi
Segala peringatan akan bertambah terang
Semua perbuatan dan niat fikiran akan tertayang.
Pendidikan bukan pengisi kebosanan kehidupan
Mempersibukan diri dari mengingati hakikat kepulangan.
Pendidikan daya usaha pelajar, ibu bapa, penguasa, guru:-
Mengotakan segala kata dan ikatan dalam perjanjian dulu
Mempersiapkan semua memikul amanah rela dipersetuju
Menjadi khalifah di Bumi, mentadbir Alam dan laut biru
Tulus ibadat bersukur tak terhingga
Kerana kewujudan dan keutamaan bangsa manusia.
Matematik, geografi, astronomi, bioteknologi, semua ilmu tabii
Setiap kumpulan insan dan bahasanya dan sejarah kaum insani
Ilmu yang telah lalu, dan yang sedang giat di kaji
Perlu di kuasai jika Perjanjian itu mahu di kotai
Umat ini bisa menjulang obor menyuluh kemajuan
Jika pemimpin, ulama, pentadbir dan peniaga tidak kesesatan
Tegas mengemudikan bahtera bangsa dengan kuasa pentadbiran.
Jika tujuan dan kandungan pendidikan dirubah sentiasa
Mengikut naluri sementara, mengekal kuasa sedekad dua
Dan meningkat laba:
Ajarlah insan menjadi haiwan - cepat-pintar bekerja.
Namun, Perjanjian Dahulu tidak akan terbatal jua.
Ingat! Cacing, chimpazi dan segala haiwan tidak dibangkitkan.
Kita harus memberi jawapan : tiada lagi helah, alasan.
Petikan dari “Dalam Terang”
Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud
Anak helang - Puisi Sempena MERDEKA
Anak Helang
Seekor anak Helang
Meminta izin bapaknya mahu terbang
Ke lain padang
Melatih sayap mengembang
Mencari pengalaman
Menajam pandangan.
Tapi pada bapaknya menyata bimbang
Akan cabaran sengit bakal mendatang
Tentang kemungkinan hilang
Jalan pulang
Mengkhianati bangsa, menjadi petualang.
Bapaknya helang memberi pesan seorang guru:
“Silalah anakku sifatmu helang harus mendalami ilmu
Tapi ingatlah segala ajaranku kepadamu selalu
Kerangka dan dasar pengetahuan dalam dadamu itu
Sungguhlah benar, jangan kau curiga dan ragu
Perhalusi lagi, dan bandingkan dengan yang lain itu”.
“Harus sentiasa sedar harga diri dan peranan sejati
Tiada guna jika gagak berjuta, musuh bangsa, memuji tinggi
Walau bangsamu jumlahnya kecil, peranannya tersangat suci
Itu amanah kita dari azali, pilihan maknawi.”
Anak helang terbang jauh melihat alam pelbagai ragam
Singgah di suatu padang melihat gagak galak berkawan
Ramainya bukan kepalang, hitamnya menawan
Langit nan terang di waktu siang dipergelapkan
Bisingnya menguasai padang dan segala hutan
Sampah dan bangkai mencerminkan kelazatan.
Si anak helang menumpang gagak mengisi dada
Raja gagak melihat kemungkinan besar tiada tara
Jika berjaya menggagakkan helang mencari kuasa
Menumpas helang sebagai burung perkasa di muka dunia.
Selagi helang mengenal dirinya selagi itulah gagak semua
Gagal merebut takhta kerajaan burung segala.
“Jika si anak helang itu dapat digagakkan kita
Dia akan dipulangkan pada bangsanya
Dan berperanglah untuk kita.
Jika helang tidak lagi terbang tinggi di puncak sana
Jika matanya ditumpulkan seperti kita
Jika makanannya dibiasakan sampah, bangkai dan sisa
Dia akan menafikan bapak sendiri, tidak mengenali bangsa
Akan meruntuhkan sarang bangsanya; tak terdaya kita.”
Memang setelah bertahun berguru pada gagak semua
Bulunya dihitam-kilatkan menyilau mata, untuk diterima
Lagunya semeriah, sebising, senyaring burung pensisa.
“Menangkap rezeki penuh risiko di dada angkasa,
Merugi masa, dan tenaga”, katanya.
“Lebih mudah mencuri sisa di tong sampah saja”.
Sekian lama berguru, ia dinobat wira nan perkasa
Diutus pulang ke padang asalnya memikul cita
Merubah helang mengikut millah gagak belaka.
Pulanglah helang bertemu ayahnya guru awali
Ayahnya melihat terbangnya tidak menghelang lagi
Suaranya bukan lagi menyanyi lagu asli
Tapi lagu baru yang tidak pernah didengari
Sepanjang sejarah helang tidak didendangi.
Sepanjang zaman bangsaku melihat tajam perubahan
Insan kehilangan diri setelah lama berjauhan
Kejauhan zahir terlihat pada jarak zaman dan ruang
Kejauhan batin terbukti pada akhlak ang pincang
Terpapar dalam Kisah si Tenggang dan Malim Kundang
Dalam perubahan jiwa jutaan cendekiawan malang.
Anak helang kehilangan diri, disanjung gagak di luar negeri:
Pulang ke sarang asli berbulu hitam, suara nyaring ngeri
Menghalau keluarga sendiri, menganggap jahil guru awali
Ajaran Nabi dan pewaris tradisi disifat tiada sesuai lagi
Bagi meniti arus pluralisme dan cabaran globalisasi.
- Petikan dari “Dalam Terang”
Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud
Monday, June 30, 2008
Torres named - man of the match
Torres named - man of the match Spain 1 Germany 0Germany were outclassed, and for captain Ballack his catalogue of misery in major finals continues having lost two Champions League finals and also been suspended for the 2002 World Cup final when they lost to Brazil.
Match-winner Torres enhanced the reputation he forged at Liverpool last season, but this was an all-round effort for a side that is young enough to already be marked down among the favourites for the 2010 World Cup in South Africa. . . more
Tuesday, June 24, 2008
Thursday, June 12, 2008
Piala Hamdan Tahir : HKSBP
Cagers are the CHAMPION, again
5th Championship: 26-05-08
against MOZAC 52 - 30.
the semifinal
against SMS Hulu Selangor 65 - 49
Group A Champ
4th game against SBPI Gombak 61 - 22.
3rd game against SESMA 50 - 33
2nd game against SMSKuching 62 - 40
1st game against SDAR 66 - 43
A blog on the Cagers activities
Sunday, June 1, 2008
John Bolton escapes citizen's arrest at Hay Festival
John Bolton, the former American ambassador to the UN, managed to escape a British journalist's attempt to place him under citizen's arrest Wednesday evening at a festival in
Mr Geor
ge Monbiot argues that Bolton helped plan the war in
Mr Bolton said the war was legal, partly because
Mr Monbiot blocked by security guards
A crowd of about 20 protestors, one dressed in a latex George Bush mask, chanted "war criminal" as Mr Bolton was ushered away. Mr Monbiot was blocked by two heavily-built security guards at the end of the one-and-a-half hour appearance, before he could serve a "charge sheet" on him. Mr Monbiot said moments later he was "disappointed" that he had been blocked from making the citizen's arrest.
"This was a serious attempt to bring one of the perpetrators of the
A citizen’s arrest is legal in certain circumstances under the under the Serious and Organised Crime and Police Act 2005.
But Peter Florence, director of the Hay Festival, said on Wednesday that they had sought legal advice and been told carrying out such an arrest would be “completely unlawful” given the circumstances.
Friday, May 30, 2008
Countries to Adopt Cluster Bomb Ban
30/05/2008
Countries from across the globe were to adopt a landmark convention banning cluster bombs in a formal ceremony on Friday, in a move supporters hope will stigmatize the lethal weapons as much as landmines. Diplomats from 111 countries were to adopt the treaty in a closing ceremony at Croke Park in the Irish capital after 12 days of robust negotiations at the Gaelic games stadium.A Cluster Bomb Explsion
The convention, agreed Wednesday, outlaws the use, production, transfer and stockpiling of cluster munitions. It also provides for victim welfare and clearing contaminated areas. Politicians and campaigners insisted it was a hugely significant pact despite the absence of key powers like the United States, China and Russia. Diplomats will adopt the treaty before Irish Foreign Minister Micheal Martin closes the conference.
Norway has spearheaded the treaty initiative and the convention is due to be signed in Oslo on December 2-3. States then have to ratify the pact. The United States, China, Russia, India, Pakistan and Israel did not participate in the convention talks, leading some commentators to question its worth. However, Norwegian Foreign Minister Jonas Gahr Stoere insisted the treaty would stigmatize the use of cluster bombs among those countries keeping their stockpiles.
Cluster munitions are among the weapons posing the gravest dangers to civilians, especially in heavily bombed countries. Dropped from planes or fired from artillery, they explode in mid-air, randomly scattering bomblets, with many civilians having been killed or maimed by their indiscriminate, wide area effect. They also pose a lasting threat as many bomblets fail to explode on impact.
The treaty is due to be signed in Oslo on December 2-3. The cluster munitions treaty requires the destruction of stockpiled munitions within eight years -- though it leaves the door open for future, more precise generations of cluster bombs that pose less harm to civilians. The treaty was welcomed by the Cluster Munition Coalition (CMC), an umbrella group of non-governmental organizations, which hopes it will stigmatize cluster munitions.
Courtesy almanartv








